Ada Cinta di Gede-Pangrango
Buah tangan dari pendakian masal Kaldera
Oleh: Arif Sugiono
RAWAMANGUN DIGUYUR HUJAN. Semua basah. Termasuk kampus Universitas Negeri Jakarta. Jam merangkak ke pukul delapan malam lebih dua puluh empat menit. Truk tronton yang dinanti belum juga datang. Padahal hari sudah mulai gelap.
Sekitar empat puluh tiga orang menanti kendaraan TNI tersebut.
Rencananya, truk itu akan membawa mereka ke Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango yang terletak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Sambil menunggu tronton, sebagian dari mereka berbincang-bincang. Menerka-menerka keadaan cuaca di lokasi pendakian. Bak seorang pawang hujan, seorang lelaki menaksir akan turun hujan di lokasi pendakian. Ada juga rasa kesal muncul dari mulut seorang panitia ditengah ketidakpastian. “Agh, tronton telat gara-gara seksi transportasi. Kerjanya gak beres,” makinya kesal. Continue reading »
Strategi Paradigma Baru Kongres Cerpen Indonesia V
(Studi Kasus: Polemik Ukuran Nilai Sastra)
Oleh: Qinimain Zain/Radar Banjarmasin
Tulisan ini diambil dari komentar Blog ini pada
tulisan “Menggugat Pengkajian Kesusastraan Indonesia”
di kategori: aLmaRi BuKu. Tanpa mengalami perubahan Sedikitpun!
![]()
yang berbeda. Atau FEELING IS BELIEVING. ILMU diukur dari kekuatannya merumuskan hukum-hukum yang berlaku umum dan hubungannya atas kenyataan, seni dinilai dari pergulatannya dengan hal-hal yang partikular dan penciptaannya atas sesuatu yang belum ada dalam kenyataan (Nirwan Ahmad Arsuka).
JUM’AT, Sabtu dan Minggu, 26-28 Oktober 2007 ini, berlangsung Kongres Cerpen Indonesia V di Taman Budaya, Banjarmasin, yang rencana dibuka orasi budaya oleh Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, HM Rosehan Noor Bachri, yang dihadiri ratusan sastrawan, budayawan dan intelektual seluruh Indonesia. Dan, panitia sudah memastikan akan tampil pembicara hebat seperti Lan Fang, Korie Layun Rampan, Jamal T. Suryanata, Agus Noor, Saut Situmorang, Nirwan Ahmad Arsuka, Ahmadun Yosi Herfanda, Katrin Bandel, dan Triyanto Triwikromo. Dari forum ini diharapkan banyak masukan kemajuan. Sedang, tulisan ini hanyalah oleh-oleh kecil dari saya (Kalsel) akan masalah polemik panjang Taufiq Ismail-Hudan Hidayat yang masih jadi ganjalan. Continue reading »
Cerita Segar Tulisan Perjalanan Indonesia
Oleh: Sulung Prasetyo/Sinar Harapan
Tulisan ini diambil dari komentar Blog ini pada
tulisan “sebuah catatan perjalanan” di kategori: aLmaRi BuKu
tanpa mengalami perubahan sedikitpun.
![]()
Dahulu Soe Hok Gie pernah memesonakan dengan tulisan perjalanan bertajuk “Menaklukkan Gunung Slamet”. Dalam tulisan tersebut dengan gamblang pria yang meninggal di usia muda itu menjabarkan seluk-beluk perjalanan mereka ke gunung tertinggi di Jawa Tengah tersebut.
Pada awal tulisannya, Gie menjabarkan latar belakang perjalanan pendakian. Dengan gaya normatif kaku dan ideal, akhirnya Gie menemukan apa sebenarnya konsep mereka hingga nekat mendaki gunung berkepala botak itu.
“Mencintai secara sehat tak akan mungkin dapat dicapai bila kita tak mengenalnya. Mendaki gunung membuat kami lebih mengenal masyarakat Indonesia dari dekat,” paparnya. Continue reading »
Tak hanya barang tambang berupa batu kapur, ternyata kawasan Bogor punya ratusan goa yang menyimpan sejuta pesona.
Terletak di desa Tajur, kecamatan Citeureup, kabupaten Bogor. Disinilah, menurut seorang kawan muara dari kawasan kars (kawasan goa) yang konon menyimpan sejuta pesona goa alamnya.
Tajur, merupakan gugusan jagabaya kars yang membentang dari Kelapa Nunggal hingga Tasik. Masih menurut seorang kawan, konon goa alam yang terdapat di Tajur merupakan tempat persembunyian pasukan pemberontakan DI/TII pada dekade 50-an.
Penasaran dengan hal itu, bersama seorang teman, ku datangi desa tersebut dengan mengendarai sepeda motor, pada sabtu (29/08). Dengan maksud dapat mengungkap “harta karun” Bogor selain dari tambang batu kapurnya. Continue reading »
Ternyata…
Tak ada kejadian, terjadi secara kebetulan..
Aku pun meyakini itu,
Aku pun mengamininya..
Terimakasih Kau telah hadapkan
Hadirkan ini kedalam relung hati
Kedalam rongga jantung
Kedalam kolbu
Continue reading »
Aku cinta padamu, pangrango,
Karena aku cinta pada keberanian hidup
Soe Hok Gie (1966), Puisi ‘Mandalawangi-Pangrango’
Hari ini, tepat tanggal 24 Maret 2008. Kulempar pandanganku ke barat, kulihat matahari tersipu malu mengeluarkan sinar teriknya. Pantas saja, sebab sang Mentari akan menenggelamkan sinar kemuningnya. Sore, usai kutunaikan beberapa matakuliah di kampusku, Rawamangun. Sekitar pukul 15.45 kudapatkan beberapa pesan singkat masuk kedalam ponselku.
Kepada seorang ibu yang lewat aku bertanya, “ibu, dapatkah memberi tahuku nama tempat ini?” Ia menatapku lembut, lalu menjawab: “Sure lof, it’s Edensor…” Kalimat akhir novel edensor, hal 288
Edensor, merupakan novel ke-3 tetralogi laskar pelangi karya Andrea Hirata. Setelah buku keduanya, Sang Pemimpi. Jika Sang Pemimpi bercerita masa remaja Ikal (tokoh utama) dan Arai (Sahabat Ikal). Maka, Edensor mengisahkan perjalananya mereka ke Eropa. Perjalannannya ke Eropa, selain beasiswa untuk melanjutkan studi di Universitas Sorbone, Perancis, mereka juga mencari kekasih Ikal: NJoo Xian Ling (A Ling) gadis Tionghoa yang dicintainya sejak SMA di Belitong.
Lembaga Pers Mahasiswa Didaktika, Universitas Negeri Jakarta kembali menyelenggarakan PEKAN JURNALISTIK DIDAKTIKA XXIII
Teater Sastra, UNJ, 17 - 20 Maret dan 23 - 27 Maret 2008
Info Selengkapnya…. Continue reading »
Lihatlah hasil karya saya dan
Tinggalkan komentar anda...

Komentar Terakhir