Apr 29

JADWAL KEGIATAN

DIKLAT LANJUT PLASSOKE RIMBA-19

April – Mei 2009

 

  Continue reading »

Nov 11

 

Ada Cinta di Gede-Pangrango

Buah tangan dari pendakian masal Kaldera

Oleh: Arif Sugiono


lambang-kaldera.jpgRAWAMANGUN DIGUYUR HUJAN. Semua basah. Termasuk kampus Universitas Negeri Jakarta. Jam merangkak ke pukul delapan malam lebih dua puluh empat menit. Truk tronton yang dinanti belum juga datang. Padahal hari sudah mulai gelap.

Sekitar empat puluh tiga orang menanti kendaraan TNI tersebut.

 

Rencananya, truk itu akan membawa mereka ke Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango yang terletak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sambil menunggu tronton, sebagian dari mereka berbincang-bincang. Menerka-menerka keadaan cuaca di lokasi pendakian. Bak seorang pawang hujan, seorang lelaki menaksir akan turun hujan di lokasi pendakian. Ada juga rasa kesal muncul dari mulut seorang panitia ditengah ketidakpastian. “Agh, tronton telat gara-gara seksi transportasi. Kerjanya gak beres,” makinya kesal. Continue reading »

Oct 20

Strategi Paradigma Baru Kongres Cerpen Indonesia V
(Studi Kasus: Polemik Ukuran Nilai Sastra)

Oleh: Qinimain Zain/Radar Banjarmasin

Tulisan ini diambil dari komentar Blog ini pada

tulisan “Menggugat Pengkajian Kesusastraan Indonesia”

di kategori: aLmaRi BuKu. Tanpa mengalami perubahan Sedikitpun!

 


yang berbeda. Atau FEELING IS BELIEVING. ILMU diukur dari kekuatannya merumuskan hukum-hukum yang berlaku umum dan hubungannya atas kenyataan, seni dinilai dari pergulatannya dengan hal-hal yang partikular dan penciptaannya atas sesuatu yang belum ada dalam kenyataan (Nirwan Ahmad Arsuka).

JUM’AT, Sabtu dan Minggu, 26-28 Oktober 2007 ini, berlangsung Kongres Cerpen Indonesia V di Taman Budaya, Banjarmasin, yang rencana dibuka orasi budaya oleh Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, HM Rosehan Noor Bachri, yang dihadiri ratusan sastrawan, budayawan dan intelektual seluruh Indonesia. Dan, panitia sudah memastikan akan tampil pembicara hebat seperti Lan Fang, Korie Layun Rampan, Jamal T. Suryanata, Agus Noor, Saut Situmorang, Nirwan Ahmad Arsuka, Ahmadun Yosi Herfanda, Katrin Bandel, dan Triyanto Triwikromo. Dari forum ini diharapkan banyak masukan kemajuan. Sedang, tulisan ini hanyalah oleh-oleh kecil dari saya (Kalsel) akan masalah polemik panjang Taufiq Ismail-Hudan Hidayat yang masih jadi ganjalan. Continue reading »

Oct 20

Cerita Segar Tulisan Perjalanan Indonesia

Oleh: Sulung Prasetyo/Sinar Harapan

Tulisan ini diambil dari komentar Blog ini pada

tulisan “sebuah catatan perjalanan” di kategori: aLmaRi BuKu

tanpa mengalami perubahan sedikitpun.


Dahulu Soe Hok Gie pernah memesonakan dengan tulisan perjalanan bertajuk “Menaklukkan Gunung Slamet”. Dalam tulisan tersebut dengan gamblang pria yang meninggal di usia muda itu menjabarkan seluk-beluk perjalanan mereka ke gunung tertinggi di Jawa Tengah tersebut.

Pada awal tulisannya, Gie menjabarkan latar belakang perjalanan pendakian. Dengan gaya normatif kaku dan ideal, akhirnya Gie menemukan apa sebenarnya konsep mereka hingga nekat mendaki gunung berkepala botak itu.

“Mencintai secara sehat tak akan mungkin dapat dicapai bila kita tak mengenalnya. Mendaki gunung membuat kami lebih mengenal masyarakat Indonesia dari dekat,” paparnya. Continue reading »

Oct 06


foto-buat-tajur.JPG

Tak hanya barang tambang berupa batu kapur, ternyata kawasan Bogor punya ratusan goa yang menyimpan sejuta pesona.

 

 

Terletak di desa Tajur, kecamatan Citeureup, kabupaten Bogor. Disinilah, menurut seorang kawan muara dari kawasan kars (kawasan goa) yang konon menyimpan sejuta pesona goa alamnya.

 

Tajur, merupakan gugusan jagabaya kars yang membentang dari Kelapa Nunggal hingga Tasik. Masih menurut seorang kawan, konon goa alam yang terdapat di Tajur merupakan tempat persembunyian pasukan pemberontakan DI/TII pada dekade 50-an.

 

Penasaran dengan hal itu, bersama seorang teman, ku datangi desa tersebut dengan mengendarai sepeda motor, pada sabtu (29/08). Dengan maksud dapat mengungkap “harta karun” Bogor selain dari tambang batu kapurnya. Continue reading »

Jul 09

Ternyata…
Tak ada kejadian, terjadi secara kebetulan..
Aku pun meyakini itu,
Aku pun mengamininya..
 
Terimakasih Kau telah hadapkan
Hadirkan ini kedalam relung hati
Kedalam rongga jantung
Kedalam kolbu
 
Continue reading »

Mar 29

Aku cinta padamu, pangrango,
Karena aku cinta pada keberanian hidup

Soe Hok Gie (1966), Puisi ‘Mandalawangi-Pangrango’

Melihat komentar salah satu Volunteer Taman Nasional Gede Pangrango (TNGP), Habib Sitompul, pada tulisan saya yang berjudul “Vanaprasta Menggandeng Menpora Gelar LKG VII” aga sedikit mengurai benang kusut permasalahan gunung yang berada di Jawa Barat tersebut.

Habib Sitompul dalam komentarnya, mengungkapkan UU No 5 Th. 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem belum sepenuhnya tercipta. Ketidak terciptanya amat UU ini terkait dengan para pegiat alam bebas yang melakukan aktifitasnya dikawasan TNGP, semisal Lomba Kebut Gunung (LKG) yang tidak memberikan kontribusi apapun terhadap kelestarian SDA di Gunung Gede-Pangrango. Continue reading »

Mar 24

hut-plassoke.JPGHari ini, tepat tanggal 24 Maret 2008. Kulempar pandanganku ke barat, kulihat matahari tersipu malu mengeluarkan sinar teriknya. Pantas saja, sebab sang Mentari akan menenggelamkan sinar kemuningnya. Sore, usai kutunaikan beberapa matakuliah di kampusku, Rawamangun. Sekitar pukul 15.45 kudapatkan beberapa pesan singkat masuk kedalam ponselku.

Pesan singkat, yang ditujukan kepadaku buatku terbelalak. Kaget bukan main. Betapa tidak, pesan singkat tersebut memberi ucapan selamat ulang tahun (ultah), juga berharap kepadaku untuk memberinya kado. Padahal, Ultahku jatuh pada bulan April. Belum sempat Kutemukan maksud pesan singkat tersebut. Masuk lagi pesan singkat lainnya dengan maksud yang sama, beri ucapan selamat ulang tahun. Continue reading »

Mar 17



Kepada seorang ibu yang lewat aku bertanya, “ibu, dapatkah memberi tahuku nama tempat ini?” Ia menatapku lembut, lalu menjawab: “Sure lof, it’s Edensor…” Kalimat akhir novel edensor, hal 288

 

 

Edensor, merupakan novel ke-3 tetralogi laskar pelangi karya Andrea Hirata. Setelah buku keduanya, Sang Pemimpi. Jika Sang Pemimpi bercerita masa remaja Ikal (tokoh utama) dan Arai (Sahabat Ikal). Maka, Edensor mengisahkan perjalananya mereka ke Eropa. Perjalannannya ke Eropa, selain beasiswa untuk melanjutkan studi di Universitas Sorbone, Perancis, mereka juga mencari kekasih Ikal: NJoo Xian Ling (A Ling) gadis Tionghoa yang dicintainya sejak SMA di Belitong.

  Continue reading »

Mar 07

scan0003.jpgLembaga Pers Mahasiswa Didaktika, Universitas Negeri Jakarta kembali menyelenggarakan PEKAN JURNALISTIK DIDAKTIKA XXIII

Teater Sastra, UNJ, 17 - 20 Maret dan 23 - 27 Maret 2008

Info Selengkapnya…. Continue reading »